Penerapan Tanggalan Jawa Era Jaman Sekarang

By | June 5, 2017

kalender jawaSalah satu bentuk ilmu pengetahuan dari kultur budaya tanah Jawa yang diciptakan dalam masyarakat Jawa kuno pada jaman dahulu adalah Tanggalan Jawa. Ilmu yang menyertainya disebut dengan penanggalan Jawa yang sarat dengan keistimewaan. Mengapa disebut istimewa, karena sistem penanggalan Jawa tidak hanya sekedar deretan angka, nama-nama hari, dan nama-nama kedua belas bulannya saja, akan tetapi lebih dalam lagi maknanya dari segi sebagai penentuan kehidupan manusia, khususnya masyarakat tanah Jawa pada saat itu. Roda kehidupan pada jaman itu memang tidak lepas dari perhitungan dan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam kitab penanggalan Jawa. Dan ini sangat mempengaruhi pola pikir dan pola kultur budaya masyarakat Jawa pada masa itu.

Pengaruh Tanggalan Jawa Pada Jaman Sekarang

Siklus hari dalam Tanggalan Jawa menunjukkan perputaran hidup manusia antar sesamanya, alam, dan antar makhluk hidup lain yang diciptakan Gusti, Tuhan Yang Maha Kuasa. Setidaknya itulah sedikit gambaran tentang falsafah penanggalan Jawa kuno. Tanggalan model Jawa atau Kalender Jawa telah dijadikan simbol religi siklus dan perputaran manusia dalam menjalani kehidupan pada masa itu. Bahasa sederhananya adalah, sistem penanggalan Jawa telah menjadi patokan dalam pengambilan-pengambilan keputusan dan tuntunan dalam menjalani hidup secara keseluruhan. Secara tidak langsung penanggalan Jawa memiliki kitab tersendiri yang berisi tuntunan baik buruk dan pantas tidak pantas. Dan yang lebih menariknya lagi, penanggalan Jawa pada masa itu dijadikan acuan ramalan nasib dan pengubah takdir.

Pembawaan inilah yang kemudian pada masa sekarang ini banyak dimanfaatkan oleh beberapa golongan orang yang masih percaya akan ramalan-ramalan dan dijadikan acuan untuk mengubah nasib. Dan pengaruhnya sangat signifikan sekali, karena banyak sekali orang-orang yang mengaku dapat membaca nasib dan meramal dengan melihat dari perhitungan penanggalan dalam Tanggalan Jawa. Konon ilmu ini diturunkan dari nenek moyang pada masa kerajaan dahulu, dan diturunkan secara turun temurun dari satu garis keturunan. Entah benar atau tidaknya, penilaian seseorang akan suatu hal berbeda-beda, tergantung bagaimana cara mengimplementasikannya dalam kehidupan.

Related posts: