Mengetahui Hal-Hal Penting Tentang Antibiotik

By | April 14, 2018

Antibiotik merupakan obat kedokteran yang mempunyai fungsi untuk melawan bakteri. Obat antibiotik ini dapat mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sebagai contoh obat antibiotik yang biasa digunakan oleh orang-orang yaitu amoxicilin. Memang obat antibiotik ini sering diberikan kepada pasien pada berbagai macam penyakit, tetapi kita harus mengetahui hal-hal penting pada obat antibiotik ini.

Apa Fungsi Dari Obat Antibiotik Yang Sebenarnya?

Obat antibiotik sering kali diberikan sebagai pengobatan terhadap penyakit yang bersifat infeksi. Infeksi tersebut disebabkan oleh berbagai macam jamur, parasit dan bakteri. Tapi penyakit infeksi yang penyebabnya oleh virus, maka pasien tidak diberi obat antibiotik. Pada dasarnya obat antibiotik tidak dapat melawan virus, layaknya penyakit infeksi pada saluran pernafasan, flu dan radang tenggorokan. Penyakit-penyakit seperti itu tidak dapat ditangani oleh kinerja obat antibiotik.

Apakah Konsumsi Obat Antibiotik Bisa Menyebabkan Efek Samping?

Pada beberapa kasus umum, obat antibiotik bisa menyebabkan beberapa gejala, contohnya yaitu seperti ini:

  • Gangguan di mulut
  • Perasaan tak enak di seluruh tubuh
  • Diare

Beberapa gejala ini jarang muncul, tapi bisa jadi mungkin muncul misalnya pada konsumsi contoh obat antibiotik penisilin:

  • Membuat darah mengental bagi pasien yang mengonsumsi obat antibiotik cephalosporin
  • Merasa sensitif pada cahaya matahari, jika pasien mengonsumsi obat antibiotik jenis tetracyline
  • Terdapat gangguan di pembuluh darah, hal ini mungkin terjadi ketika mengonsumsi obat antibiotik jenis trimethoprim

Apakah Obat Antibiotik Bisa Kalah Ketika Melawan Bakteri?

Pengonsumsian dan pemakaian antibiotik yang tidak benar atau tidak sesuai dengan anjuran atau rekomendasi dokter, akan berisiko mengalami resistensi terhadap antibiotik. Resistensi antibiotik merupakan suatu kondisi saat antibiotik tidak bisa lagi menghancurkan dan mencegah tumbuhnya bakteri. Bakteri justru malah bisa bertambah tebal dan kuat, hingga dapat menghalangi kinerja dari antibiotik tersebut. Hal seperti ini biasa terjadi pada konsumsi obat antibiotik yang tak sesuai. Konsumsi berbagai contoh obat antibiotik yang tidak sesuai atau tidak benar biasanya seperti pengonsumsian obat antibiotik yang tidak sampai habis, pemakaian obat antibiotik yang berlebihan dan pengonsumsian obat antibiotik yang tidak sesuai dengan anjuran dokter dan apoteker.

Related posts: