Lagi, Kasus Pencabulan Melibatkan Anak

By | December 14, 2017

berita aceh

Tidak dipungkiri seorang anak bisa menjadi sasaran empuk segala macam kejahatan baik itu kejahatan yang dilakukan oleh anak sebayanya ataupun orang dewasa yang jauh dari umur mereka. Kejahatan yang sering kali menyerang anak-anak ini diakibatkan karena sang anak tadi tidak memiliki ilmu pengetahuan yang cukup sehingga mereka kurang begitu paham mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. Sehingga mereka gampang terpengaruh ketika diajak melakukan suatu hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Hal inilah yang menyebabkan masih adanya kasus kejahatan yang melibatkan anak-anak  menurut berita Aceh yang ada.

Berita Kasus Pencabulan Di Situs Berita Aceh

Seperti kasus baru-baru ini menurut berita Aceh yang mana kejahatan yang satu ini melibatkan anak kecil sebagai korban dan orang dewasa sebagai pelakunya. Peristiwa ini terjadi di Desa Sukadamai, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Kejahatan yang terjadi ini berupa kasus pencabulan yang dialami oleh seorang anak yang berusia 11 tahun yang tega dicabuli oleh tetangganya sendiri yang berasal dari desa yang sama yang telah berusia 42 tahun. Pelaku tega mencabuli anak di bawah umur tersebut dengan iming-iming uang sebesar 5000 rupiah dan pelaku melakukan aksi bejatnya di Kebun Karet desa tersebut. para warga yang tahu akan aksi bejatnya tersebut langsung beramai-ramai menghajar pelaku hingga babak belur.

Menurut www.atjehupdate.com sebelum ditahan pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit karena harus menerima perawatan akibat dihajar masa. Peristiwa ini sudah seharusnya menjadi pembelajaran bersama. Untuk kita yang memiliki anak, saudara dan jua tetangga yang masih kecil kita harus juga ikut menjaga mereka dan mengawasi gerak-gerik mereka. Peningkatan kewaspadaan dari orang sekitar akan mengurangi risiko kejadian seperti ini terulang kembali. Pastikan juga untuk mengajarkan anak pendidikan mengenai reproduksi atau semacamnya, walaupun masih sering dianggap tabu namun hal ini penting untuk dilakukan agar anak lebih paham tentang apa yang boleh dilakukan mana yang tidak, tentu saja dengan bahasa yang mudah diterima.

Related posts: