Kontroversi Pelarangan Penggunaan Cantrang

By | May 14, 2018

Meskipun sudah diterapkan, larangan penggunaan alat bantu perikanan untuk perikanan tangkap, cantrang, masih cukup hangat diperbincangkan. Mulai awal tahun 2018 ini Pemerintah telah menetapkan penggunaan alat tangkap ikan ramah lingkungan. Bagi para nelayan yang masih menggunakan cantrang maka akan dikenakan sanksi tertentu. Pemberlakuan peraturan ini ternyata telah direncanakan sejak tahun 2015.

Mengenal Alat Tangkap Ikan Cantrang

Apa itu sebenarnya cantrang? Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, cantrang atau trawl adalah salah satu alat penangkap ikan yang banyak digunakan oleh nelayan. Alat ini dikategorikan bersifat aktif. Penangkap ikan ini menggunakan jaring cantrang yang bisa mencapai dasar perairan.

Hasil tangkapan ikan menggunakan alat bantu perikanan ini sebagian besar salah sasaran. Hanya kurang dari separuh hasil tangkapan merupakan ikan layak konsumsi yang memiliki nilai ekonomis. Sementara lebih dari separuh hanyalah ikan tangkapan sampingan. Ikan jenis ini biasanya tidak memiliki nilai jual sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak.

Solusi Dari Kontroversi Alat Tangkap Ikan Raman Lingkungan

Nelayan banyak mengeluhkan pemberlakuan peraturan ini karena dapat mengurangi hasil tangkapan ikan. Selama ini trawl dianggap menguntungkan bagi nelayan sebab mereka bisa memperoleh sampai satu ton ikan. Sementara jika menggunakan alat tangkap biasa, mereka hanya mendapat kurang dari setengah jumlah biasanya.

Ada banyak demonstrasi berlangsung karena rencana ini. Namun pemerintah telah mengupayakan bantuan bagi para nelayan. Para pemilik kapal yang berukuran di bawah 10.000 gross ton akan mendapatkan bantuan alat tangkap ikan ramah lingkungan. Proses ini tengah dilakukan secara bertahap. Diharapkan data terkumpul dengan rinci sehingga bantuan dapat diterima oleh penerima yang tepat.

Bagi nelayan yang ukuran kapalnya lebih besar pun akan mendapat bantuan. Meskipun bantuan tidak berupa bantuan langsung, pemerintah akan mengupayakan bantuan modal dari bank. Hal ini bertujuan agar semua nelayan bisa memperoleh bantuan untuk mengganti alat bantu perikanan baru. Dengan menggunakan alat yang ramah lingkungan, diharapkan sumber daya laut tetap terjaga dan tidak tereksploitasi.

Related posts: