Divestasi Sebagai Batu Loncatan

By | June 2, 2018

Divestasi bisa saja dilakukan oleh suatu perusahaan, bentuknya bisa berupa penjualan aset maupun saham. Misalnya kepemilikan bangunan, peralatan, unit, cabang perusahaan atau anak perusahaan, dan lain sebagainya. Divestasi Freeport yang dilakukan dengan PT Indonesia Asahan Aluminium ini memberi dampak pada Inalum yang memperoleh 51 persen saham kepemilikan. Inalum sendiri membeli kepemilikan penuh atas PT  Indocopper Investama yang memiliki saham sebesar 9,36 persen di PTFI.

Peraturan Menjadi Alasan Divestasi

Divestasi dilakukan suatu perusahaan biasanya dikarenakan untuk memperluas modal, memfokuskan pada bisnis utama, mengikuti aturan yang berlaku ataupun mengurangi kerugian yang diakibatkan anak perusahaan. Dengan begitu, perusahaan bisa lebih leluasa mengembangkan bisnis utama mereka. Dalam kasus divestasi Freeport ini,  PTFI melakukan divestasi dikarenakan aturan pemerintah.

Peraturan tersebut adalah Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2017 yang mewajibkan seluruh perusahaan tambang modal asing harus melepas kepemilikan atau divestasi sebesar 51% ke pemerintah. Jika menurut harga pemerintah, 51% saham memikir nilai sekitar Rp 32 triliun. Divestasi ini juga merupakan usaha pemerintah untuk mengakuisisi PTFI.

Dari pihak Kementerian ESDM sendiri menolak hasil evaluasi 10,64% saham dengan nilai 1,7 miliar dolar Amerika yang setara dengan Rp 22,1 triliun jika kurs Rp 13.000,- sejak tahun 2016-an. Pemerintah menganggap harga tersebut sangat mahal sedangkan perhitungan Kementerian ESDM, seharusnya harga tersebut bernilai 630 juta dolar Amerika yang setara dengan Rp 8,19 triliun.

Meskipun begitu pada proses penandatanganan divestasi yang dilakukan Inalum dengan PTFI menemui titik terang. Inalum mendapatkan 51 persen atas kepemilikan saham. Pada perjanjian ini, Inalum juga mengeluarkan dana 3,85 miliar dolar Amerika untuk membeli hak PI Rio Tinto di PTFI dan 100 % saham FCX yang berada di PT Indocopper Investama.

Divestasi Freeport ini tentu saja diharapkan memiliki dampak yang bagus untuk kemajuan Indonesia. Karena Freeport sendiri merupakan perusahaan besar milik asing yang bisa saja jatuh ke tangan asing lagi. Jadi, usaha pemerintah kali ini sudah bisa dikatakan bagus.